new obilog: gado-gado blog si obie

Met Tahun 2009

Hari pertama tahun 2009, semua orang pada tahun yang baru ini mempunyai harapan baru dan semangat baru, berbekal dari pengalaman tahun sebelumnya semua orang berharap tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Seperti biasanya pada malam tahun baru di Indonesia or lbh khususnya di kampungku di Bandung banyak yang merayakan mulai dari pawai keliling, makan2x, bunyi terompet bersaut2xan dan kembang api. Pokoknya td malam pas beli makan malam di jalan rame banget.  Klo saya sendiri karena dari dulu ngga dibiasakan ritual yang menurutku sesuatu yang “ngga perlu”, menghabiskan malam thn 2008 dengan nonton tv, ngemil dan tidur.

Paginya bangun melakukan ritual seperti biasa, ngebuka email, browsing2x baca berita terbaru sambil terus memantau perkembangan saudara2x muslim di Palestina. Sangat berbeda sekali keadaan di sana pastinya dengan keadaan saat tahun baru khususnya di sini, orang2x lebih berhura2x sedangkan disana orang untuk tidur pun sulit, klo di sini bunyi terompet dan kembang api hampir sepanjang waktu menjelang tahun baru sedangkan disana bunyi pesawat-pesawat tempur F-16 israel yang memboom mulai dari rumah2x, masjid sampai jalur obat2xan dan makanan. Teringat bacaan di webnya kompas tentang “Siapa Pikirkan Nasib Anak-anak?“.

Siapa yang bisa hidup aman dan tenteram jika harus selalu deg-degan mendengar suara pesawat dan ledakan yang dahsyat. Siapa yang bisa beraktivitas dengan normal jika setiap saat harus lari terbirit-birit menyelamatkan diri ke tempat berlindung. �Kami takut akan bisa mati setiap saat,� kata Mohammed Ayyad (11) yang mengaku masih gemetar beberapa jam setelah pesawat-pesawat Israel membombardir gedung pemerintahan Hamas yang dekat dengan rumahnya di Gaza.

Seperti halnya anak-anak lain di Gaza, Ayyad mengalami trauma dan ketakutan luar biasa sejak militer Israel menyerang habis-habisan lokasi-lokasi yang dianggap penting bagi Hamas. Akibat serangan intensif Israel itu, pemandangan sebagian besar wilayah Gaza hanya puing bangunan dan pecahan kaca jendela. �Ketika bom Israel masuk ke pusat kota Gaza City, kami mendengar ledakan dahsyat. Kami lari tunggang langgang masuk ke ruangan bawah tanah. Ketika keluar, rumah kami penuh debu,� tutur Ayyad.

Saking takutnya, adik Ayyad, Ahmad (6), menangis terus dan kencing di celana. �Kami semua takut karena pesawat-pesawat itu selalu ada di atas. Kami bisa mati kapan saja,� kata Ayyad yang tidak bisa lagi belajar di sekolah karena semua sekolah di Gaza diliburkan sejak serangan Israel dimulai Sabtu lalu.

Tahun pastinya banyak harapan yang sering dibuat dengan berbagai “resolusi” baru. Tentunya dengan tujuan supaya mendapatkan hal yang lebih baik dan tahun 2009 ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Beberapa resolusi yang sederhana milik saya seperti belajar bangun malam, kurangi porsi tidur, belajar2x yang dah lupa dan yang blom pernah dipelajari, banyak makan biar berat nembus 70 kg kurang dikit lagi ke “ideal” he3x, banyak nabung kurangi jajan, ningkatin kepedulian, membuat ortu tambah seneng dll.

Oh ya, dibawah ini ada titipan dari temen tadi pagi chat, klo ada yang mau menyisihkan sebagian uang jajannya, uang saku or gajinya. Mudah-mudahan dengan kepedulian yang hanya sedikit ini, minimal dapat memberikan beberapa harapan bagi saudara-saudara kita disana untuk memulai tahun 2009. Tentunya bukan hanya untuk Palestina, saudara2x kita yang di Indo juga banyak yang memerlukan banyak cara untuk mengirimkan mulai dari lembaga2x sosial seperti dompet dhuafa, rumah zakat dll, or bisa langsung ke sasaran. Kita mulai 2009 dengan “Bismillah” :D

Mari peduli dan bantu rakyat Palestina!
Salurkan bantuan Anda melalui:
Rekening SOS Palestine a.n. Aksi Cepat Tanggap
1. BCA # 676 030 0860
2. BSM # 101 000 5557
3. Permata Syariah #0971 001224
4. Muamalat # 304 0023 015
Contact Person : Sigit Iko Sugondo : 021-7414482 / 081586694809 / 08129665455
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Alternatif Bantuan Lain bisa melalui :
1. KISPA >> Bank Muamalat Cab. Slipi No. 311-018-5622 an Nurdin qq Kispa
2. KNRP >> BCA No. 760-032-5099 an Komite Nasional untuk Rakyat Palestina
3. Dompet Dhuafa Republika >> BCA 2373006343 an Yayasan Dompet Dhuafa Republika
4. Dukung misi Kemanusian MER-C ke Palestina, Ketik : MERC PEDULI kirim ke 7505 untuk memberikan donasi Rp 5000/SMS.(Khusus utk Pengguna TELKOMSEL)

Ada satu lagi hal yang paling saya suka klo tahun baru, yaitu Jalanan di Bandung SEPIIIII, ASYIKKK. He3x

    You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed.